CSS
CSS
Dimension – CSS Attr Selector
-
CSS
Dimension
CSS
Dimension adalah properti di css yang digunakan untuk mengatur tinggi dan lebar
elemen di html dengan menggunakan style width and height.
Contoh
Script :
<!DOCTYPE html>
<body>
<img src="w3css.gif"
alt="W3Css"
width="100" height="132">
<br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3Css"
width="200" height="264">
</body>
</html>
-
CSS
Display
CSS Display digunakan untuk mengatus
tampilan dari elemen di html, apakah elemen tersebut mau ditampilkan atau disembunyikan
ataupun dihilangkan.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
.hilang {
visibility:hidden;
}
.buang {
display:none;
}
li.segaris {
display:inline;
}
</style>
</head>
<body>
<img class="buang"
src="w3css.gif" alt="W3CSS" ><br>
Gambar di atas hilang<br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<img class="hilang"
src="w3css.gif" alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<ul>
<li>Manajemen Informatika</li>
<li>Komputerisasi Akuntansi</li>
<li>Teknik Otomotif</li>
</ul>
<ul>
<li class="segaris">Manajemen
Informatika</li>
<li
class="segaris">Komputerisasi Akuntansi</li>
<li class="segaris">Teknik
Otomotif</li>
</ul>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Positioning
CSS Positioning digunakan untuk
mengatur bagaimana atau dimana kita akan memposisikan atau menempatkan elemen
html. Kita bisa menempatkannya di kanan, kiri, atas, tengah atau bawah.
Bagaimana itu kita akan menempatkan elemen html kita tetap tidak dapat
berpindah, atau ikut berpindah.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
.tetap {
position:fixed;
top:30px;
left:100px;
}
.relatif1{
position:relative;
left:-20px;
}
.relatif2{
position:relative;
left:20px;
}
.absolut{
position:absolute;
left:100px;
}
</style>
</head>
<body>
<img class="tetap"
src="w3css.gif" alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<img class="relatif1"
src="w3css.gif" alt="W3CSS" ><br>
<img class="relatif2"
src="w3css.gif" alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<img class="absolut"
src="w3css.gif" alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
<img src="w3css.gif"
alt="W3CSS" ><br>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Float
CSS Float digunakan untuk membuat
elemen yang kita setting menjadi mengapung atau bisa disebut ditempatkan
disebelahmananya elemen setelah elemen yang kita setting. Kita juga bisa
menghentikan settingan atau membuat salah satu elemen di dalamnya tidak
terpengaruh settingan float kita.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
.kanan {
float:right;
border:1px
solid red;
}
.kiri {
float: left;
margin: 5px;
border:1px
solid blue;
}
.hilangkan {
clear:both;
margin-bottom:2px;
}
</style>
</head>
<body>
<img class="kanan" src="w3css.gif">
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
<h2 class="hilangkan">Baris
kedua</h2>
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
<img class="kiri" src="w3css.gif"
>
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
<img class="kiri"
src="w3css.gif" >
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Align
CSS Align disini berisi cara-cara
untuk mengatur rerata blok elemen didalam dokumen yang kita buat menggunakan
berbagai cara antara lain dengan margin, posision dan float. Blok elemen yang
ada di html antara lain h1,p dan div.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
.margin {
color:yellow;
margin-left:
auto;
margin-right: auto;
width: 60%;
background-color: red;
}
.kanan {
color:yellow;
position: absolute;
right: 0px;
width: 300px;
background-color: blue;
}
.kiri {
float: left;
width: 300px;
background-color: black;
color:white;
}
</style>
</head>
<body>
<div class="margin">
<p>lokasi yang berwarna merah ini akan
rata tengah</p>
<p>Karena kita sudah mengatur margin
kiri dan kanan sama besar</p>
</div>
<div class="kanan">
<p>lokasi yang berwarna biru ini akan
rata tengah</p>
<p>Karena kita sudah mengatur posisi
berada di kanan</p>
</div>
<div class="kiri">
<p>lokasi yang berwarna hitam ini akan
rata tengah</p>
<p>Karena kita sudah mengatur float
berada di kiri</p>
</div>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Combinators
CSS Combinators disini adalah
sesuatu yang menjelaskan hubungan antara selector-selector yang ada.
Ada 4 combinator, yaitu :
·
Descendant
selector :
Disini memberi settingan pada semua selector yang ditentukan
berada di dalam selector yang dipilih
·
Child
Selector :
Memberi settingan pada semua selector yang ditentukan tepat
setelah selector yang dipilih
·
Adjacent
sibling selector :
Memberi settingan pada selector pertama yang ditentukan setelah selector yang dipilih
·
General
Sibling selector :
Memberi settingan pada semua selector yang ditentukan setelah
selector yang dipilih
Contoh Script :
è Descendant selector :
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<style>
div
p {
background-color: yellow;
}
</style>
</head>
<body>
<div>
<p>Descendant
selector</p>
<p>Descendant
selector</p>
</div>
<p>Descendant
selector</p>
<p>Descendant
selector</p>
</body>
</html>
è Child selector
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<style>
div
> p {
background-color: yellow;
}
</style>
</head>
<body>
<div>
<p>General
sibling selector</p>
<p>General
sibling selector</p>
</div>
<p>General
sibling selector</p>
<p>General
sibling selector</p>
</body>
</html>
è Adjacent sibling selector
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<style>
div
+ p {
background-color: yellow;
}
</style>
</head>
<body>
<div>
<p>General
sibling selector</p>
<p>General
sibling selector</p>
</div>
<p>General
sibling selector</p>
<p>General
sibling selector</p>
</body>
</html>
è General Sibling selector
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<style>
div
~ p {
background-color: yellow;
}
</style>
</head>
<body>
<div>
<p>General
sibling selector</p>
<p>General
sibling selector</p>
</div>
<p>General
sibling selector</p>
<p>General
sibling selector</p>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Pseudo-class
CSS Pseudo-class disini digunakan
untuk mengatur keadaan-keadaan khusus pada elemen yang ada di dokumen html
kita. Seperti saat mouse kita berada diatas sebuah link, saat kita fokus ke
sebuah teksbox. Ada juga first-child dimana kita akan memberi settingan pada
elemen pertama yang kita pilih atau elemen pertama di dalam elemen yang kita
pilih.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
a.mouse:hover {
background-color:red;
color:yellow;
}
p:first-child {
color:blue;
}
p i:first-child {
color:blue;
}
</style>
</head>
<body>
<a class="mouse"
href="http://www.w3schools.com">Contoh Link</a>
<a href="http://www.w3schools.com">Contoh
Link</a>
<p>Ini adalah sebuah kalimat
:-P</p>
<p><i>Ini</i> adalah sebuah
<i>kalimat</i> :-P</p>
<p>Ini adalah sebuah kalimat
:-P</p>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Pseudo-element
CSS Pseudo-element disini hampir
sama seperti pseudo-class tapi disini pseudo-elemen mengatur bagian-bagian yang
spesifik pada sebuah elemen. Seperti huruf pertama, baris pertama.Kita juga
bisa memberi gambar ke sebelum atau setelah elemen yang kita setting. Atau
elemen saat di blok. Kita juga bisa memberi class pada settingannya.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
p::first-line {
color:red;
}
p::first-letter{
color:blue;
}
p.awal::first-letter{
color:green;
}
::selection {
background-color:black;
color:white;
}
</style>
</head>
<body>
<p>Ini adalah sebuah kalimat :-P. Ya
iyalah >_<. Jika ukuran dari windows browsernya diatur ukurannya
bagaimanapun yang ada di baris pertama akan berwarna merah. Jika memang kalian
semua tidak percaya lakukan saja :-P</p>
<p>Ini adalah sebuah kalimat
:-P</p>
<p class="awal">Ini adalah
sebuah kalimat :-P</p>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Navigation Bar
Ini digunakan untuk membuat sebuah
bar navigasi atau yang biasa kita sebut sebagai menu di sebuah website. Atau
bisa disebut navigation merupakan list dari beberapa link.
Navigation bar bisa dibuat secara
horizontal maupun vertical
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
li.horiz {
display:inline;
}
</style>
</head>
<body>
Contoh navigasi :
<br>
<br>
Secara vertikal
<ul>
<li><a
href=#Home>Home</a></li>
<li><a href=#About>About</a></li>
<li><a
href=#Contact>Contact</a></li>
<li><a
href=#Help>Help</a></li>
</ul>
<br>
Secara horizontal
<br>
<ul>
<li class="horiz"><a
href=#Home>Home</a></li>
<li class="horiz"><a
href=#About>About</a></li>
<li class="horiz"><a
href=#Contact>Contact</a></li>
<li class="horiz"><a
href=#Help>Help</a></li>
</ul>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Image Galerry
CSS Image Galerry ini dimana kita
membuat sebuah galeri yang merupakan kumpulan dari gambar-gambar yang kita susun
secara rapi
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
div.img {
margin: 5px;
border: 1px solid #ccc;
float: left;
width: 180px;
}
div.img:hover {
border: 1px solid #777;
}
div.img img {
width: 100%;
height: auto;
}
div.desc {
padding: 15px;
text-align: center;
}
</style>
</head>
<body>
<div class="img">
<a
target="_blank" href="1a.jpg">
<img src="1a.jpg" alt="1a" width="300"
height="200">
</a>
<div class="desc">Deskripsi dari gambar di
atas</div>
</div>
<div class="img">
<a target="_blank"
href="3a.jpg">
<img src="3a.jpg" alt="3a" width="600"
height="400">
</a>
<div class="desc">Deskripsi dari gambar di
atas</div>
</div>
<div class="img">
<a
target="_blank" href="4a.jpg">
<img src="4a.jpg" alt="4a" width="600"
height="400">
</a>
<div class="desc">Deskripsi dari gambar di
atas</div>
</div>
<div class="img">
<a
target="_blank" href="6a.jpg">
<img src="6a.jpg" alt="6a" width="600"
height="400">
</a>
<div class="desc">Deskripsi dari gambar di atas</div>
</div>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Image Opacity
Ini digunakan untuk membuat
settingan gambar menjadi transparan. Kita juga bisa memberi efek jika mouse
berada di atas gambar gambarnya menjadi tidak transparan lagi. Nilai dari
opacity nya adalah dari 0.0 – 1.0 dimana semakin kecil nilainya semakin
transparan gambarnya.
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
img.trans {
opacity:0.5;
}
img:hover {
opacity:1.0;
}
</style>
</head>
<body>
Gambar Asli <br>
<img src="3a.jpg"
width="240" height="135"><br>
Gambar transparan<br>
<img class="trans"
src="3a.jpg" width="240"
height="135"><br>
<br>
Dengan efek mouse di atasnya <br>
<img class="trans"
src="3a.jpg" width="240" height="135"> /
<img class="trans"
src="3a.jpg" width="240" height="135"><br>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Media Types
CSS Media types disini digunakan
untuk menyetting dokumen ini dapat ditampilkan di media apa saja. Contohnya
dokumen ini akan ditampilkan di printer saja, atau dapat ditampilkan hanya di
projector saja.
Property yang ada di css media types
antara lain :
All :
untuk semua media
Aural : untuk pidato dan perangkat suara
Braille : untuk perangkat khusus braille
Embossed : untuk halaman print braille
Handheld : untuk perangkat kecil atau yang bisa digenggam tangan
Print : hanya muncul di printer
Projection : untuk presentasi yang diprojeksikan
Screen : untuk layar komputer
Tv :
untuk perangkat bertipekan televisi
Contoh Script :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
@media screen {
p {
font-family:
verdana,sans-serif;
font-size:
14px;
}
}
@media print {
p {
font-size:20px;
color:red;
}
}
</style>
</head>
<body>
<p>Settingan yang saya buat diatas akan
membuat tampilan dari paragraf ini menjadi berbeda jika kita lihat dari layar
atau saat di print.
Ukuran dari hurufnya akan berbeda dan
warnanya akan berbeda</p>
</body>
</html>
Hasil script di atas :
-
CSS Attr Selector
Digunakan untuk memberi settingan
pada attribut yang kita pilih.
Ada 7 CSS Attr Selector yaitu
1. CSS [attribute] selector
Memberi settingan pada attribute yang kita pilih
2. CSS [attribut=value] selector
Memberi settingan pada attribute yang memiliki value yang kita
tentukan
3. CSS [attribute~=value] selector
Memberi settingan pada attribute yang valuenya memiliki kata
yang kita tentukan
4. CSS [attribute|=value] selector
Memberi settingan pada attribut yang namanya diawali oleh kata
yang kita tentukan tapi harus kata yang kita tentukan itu berdiri sendiri
misal. “top_blank”, tidak boleh “topblank”
5. CSS [attribute^=value] selector
Memberi settingan pada attribute yang namanya diawali oleh kata yang
kita tentukan
6. CSS [attribute$=value] selector
Memberi settingan pada attribute yang namanya diakhiri oleh kata
yang kita tentukan
7. CSS [attribute*=value] selector
Memberi settingan pada attribute yang namanya mengandung kata
yang kita tentukan
Contoh Script :
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<style>
a[target]
{
color:yellow;
background-color: red;
}
a[target="_blank"]
{
color:blue;
background-color: yellow;
}
[title~="flower"]
{
border: 5px solid yellow;
}
[class|="top"]
{
background: blue;
}
[class^="top"]
{
background: pink;
}
[class$="test"]
{
color:white;
background: black;
}
[class*="te"]
{
background: yellow;
}
</style>
</head>
<body>
<div
class="first_test">The first div element.</div>
<a
href="http://www.w3schools.com"> Ini adalah sebuah link</a>
<a
href="http://www.w3schools.com" target="_blank"> Ini
adalah sebuah link</a>
<a
href="http://www.w3schools.com" target="_parent"> Ini
adalah sebuah link</a>
<div
class="second">The second div element.</div>
<div
class="my-test">The third div element.</div>
<p
class="mytest" title="flower">This is some text in a
paragraph.</p>
<p
class="mytest">This is some text in a paragraph.</p>
<p
class="toptip">This is some text in a paragraph.</p>
<p
class="top_tip">This is some text in a paragraph.</p>
<p
class="mytest">This is some text in a paragraph.</p>
</body>
</html>